- StanDart
News
06:04, 23.03.2025

Berdasarkan wawancara teknis terbaru yang bocor dengan insinyur rendering Ubisoft, Assassin's Creed Shadows mewakili lompatan teknologi paling signifikan untuk franchise ini sejak Assassin's Creed Unity pada tahun 2014. Anvil Engine yang diperbarui memperkenalkan teknologi rendering mutakhir yang mendorong batas visual dari seri tersebut. Berikut adalah apa yang terungkap dari bocoran tentang kemajuan teknis mengesankan dari game ini.
Ray-Traced Global Illumination: Era Pencahayaan Baru
Perubahan paling transformatif adalah transisi dari global illumination "baked" yang dihitung sebelumnya ke pencahayaan ray-traced real-time. Sistem RTGI hibrida ini menggabungkan:
- Ray tracing per-pixel (baik screen space maupun world space rays)
- DDGI-like probe cascades untuk pantulan cahaya berikutnya
- Pencahayaan real-time yang ditingkatkan yang secara dinamis menyesuaikan dengan dunia game yang luas
Teknologi ini memungkinkan efek realistis yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan dengan sistem lama, seperti:
- Transmisi cahaya ambient yang akurat melalui bahan tipis seperti pembatas shoji Jepang
- Pantulan cahaya dari sumber yang bergerak
- Refleksi ray-traced halus pada air dan permukaan mengkilap
Menariknya, game ini dilengkapi dengan dua solusi GI daripada hanya RT. Para pengembang mempertahankan sistem baked GI yang telah disempurnakan untuk mode kinerja pada konsol dan PC kelas bawah, memungkinkan mereka untuk mengalokasikan sumber daya GPU ke fitur lain seperti vegetasi yang disimulasikan secara prosedural.
Sistem Atmos: Simulasi Cuaca dan Lingkungan Dinamis
Bocoran tersebut merinci sistem "Atmos" yang mengesankan yang mensimulasikan pola cuaca realistis berdasarkan faktor lingkungan:
- Simulasi dinamis kelembaban, suhu, dan angin
- Elemen dunia yang terpengaruh secara prosedural: pohon bergoyang, rambut bergerak, partikel daun dan salju bereaksi terhadap angin
- Penyesuaian pencahayaan real-time berdasarkan perubahan cuaca

Interaktivitas dan Fisika yang Ditingkatkan
Game ini menekankan interaktivitas lingkungan melalui sistem penghancuran yang digerakkan oleh fisika:
- Pecahan bambu dan objek lainnya secara realistis
- Mekanika pemotongan kain yang canggih
- Kemampuan untuk memotong dinding tipis
- Fisika penghancuran yang sesuai dengan titik tabrakan, meningkatkan gameplay taktis
Geometri Mikropoligon: Akhir dari LOD Popping
Mirip dengan teknologi Nanite Unreal Engine, sistem geometri mikropoligon:
- Menghilangkan level-of-detail popping untuk objek kaku seperti bangunan dan batu
- Memungkinkan pergantian real-time antara cluster segitiga berkualitas tinggi dan rendah berdasarkan jarak kamera
- Menggunakan mesh shaders untuk mengoptimalkan rendering segitiga
- Rencana masa depan untuk memperluas sistem ini ke vegetasi dan karakter
Pertimbangan Performa Teknis
Bocoran ini juga mengungkapkan keputusan menarik tentang performa dan anti-aliasing:
- Cutscene dibatasi pada 30fps untuk memungkinkan resolusi lebih tinggi, helai rambut yang ditingkatkan, dan efek depth of field
- Tim menggunakan implementasi TAA milik mereka sendiri alih-alih FSR
- PS5 Pro akan menerima dukungan PSSR dalam pembaruan mendatang
- RT reflections, yang awalnya eksklusif untuk mode kualitas PS5 Pro, akan ditambahkan ke mode seimbang dalam pembaruan mendatang
Para pengembang menerapkan pendekatan inovatif untuk mencegah stutter kompilasi shader di PC, menggunakan database PSO yang mengoreksi diri selama proses QC.
Penjelasan teknis yang bocor ini menunjukkan komitmen Ubisoft untuk mendorong franchise Assassin's Creed maju dengan teknologi yang meningkatkan kesetiaan visual dan imersi gameplay dalam rekreasi mereka terhadap Jepang feodal.
Komentar