Riza

Sirajul Azrie

Pengaturan Riza

Unduh config Riza 2026
Pengaturan dan setup Riza, termasuk CFG, crosshair, viewmodel, sensitivitas, dan lainnya
Unduh
Pengaturan mouse
DPI160013%
Sensitivitas0.111%
eDPI1761%
Hz400015%
Sensitivitas Windows689%
Sensitivitas dengan scope167%
Sensitivitas ADS0.92%
Buffer input mentahOn57%
sensitivity 0.11
AIM Stats

Statistik

Nilai

Rata-rata

Rata-rata keseluruhan

Saat ini tidak ada data

Perbandingan sensitivitas

RR 1.53

Pengaturan video
pratinjau
Graphics Quality
Penyaringan Anisotropik1x32%
Kualitas AntarmukaRendah76%
Efek Cahaya (Bloom)On18%
Rendering MultithreadOn76%
V-SyncOff25%
Anti-AliasingTidak Ada33%
Kualitas DetailRendah78%
Penajaman EksperimentalOff63%
DistorsiOff77%
Kualitas MaterialRendah78%
Kualitas TeksturRendah76%
VignetteOff76%
Tingkatkan KejelasanOn12%
Bayangan TertangkapOff73%
General
Resolusi1920x108028%
Rasio Aspek16:930%
Metode Rasio AspekFill69%
Mode TampilanLayar Penuh94%
Accessibility
Warna Sorotan MusuhTidak Diketahui48%
Tanya Jawab
Riza bermain Valorant dengan sensitivitas mouse yang diatur pada 0.11 dan DPI sebesar 1600, menghasilkan eDPI efektif sebesar 176. Sensitivitas rendah ini, dipadukan dengan DPI tinggi, memungkinkan bidikan yang presisi dan terkontrol, yang disukai banyak pemain profesional untuk konsistensinya selama pertempuran sengit.
Mouse yang saat ini digunakan Riza adalah Lamzu Lamzu Maya X Black, sebuah perangkat yang ringan dan responsif. Mouse seperti ini populer dalam kompetisi karena menawarkan gerakan cepat dan latensi minimal, yang sangat penting untuk game cepat seperti Valorant di mana waktu reaksi cepat dan tembakan flick yang presisi dapat membuat perbedaan signifikan.
Riza menggunakan kode crosshair khusus yang menghasilkan crosshair yang ringkas dan minimalis dengan garis luar statis dan tanpa titik tengah. Pengaturan ini memberikan visibilitas yang jelas dan memastikan crosshair tidak mengganggu target, yang ideal untuk mempertahankan fokus dan memaksimalkan akurasi selama pertempuran.
Riza menggunakan monitor ZOWIE XL2546K, yang dikenal dengan refresh rate 240Hz dan waktu respons yang cepat. Monitor ini adalah andalan di kalangan pemain profesional, karena refresh rate yang tinggi memastikan gerakan yang mulus dan mengurangi input lag, memberikan keuntungan signifikan dalam melacak lawan dan bereaksi cepat dalam permainan.
Keyboard pilihan Riza adalah Razer Huntsman V3 Pro TKL Black, model tenkeyless yang menawarkan aktuasi cepat dan lebih banyak ruang meja untuk gerakan mouse. Dia memasangkannya dengan mousepad Artisan Ninja FX Zero Soft Black, yang terkenal dengan kelicinan dan pelacakan yang konsisten, keduanya penting untuk mempertahankan presisi dan kontrol dalam pertandingan berisiko tinggi.
Riza memilih pengaturan video yang berfokus pada performa: dia bermain pada resolusi 1920x1080 dengan rasio aspek 16:9, dengan sebagian besar fitur grafis seperti anti-aliasing, bloom, vignette, distorsi, bayangan, dan penajaman eksperimental dimatikan atau diatur ke rendah. Konfigurasi ini meminimalkan kekacauan visual dan memaksimalkan frame rate dan kejernihan, memastikan dia dapat melihat musuh dengan cepat dan bereaksi tanpa gangguan grafis.
Meskipun pengaturan audio dalam game spesifik tidak disediakan, Riza menggunakan headset Razer BlackShark V3 Pro Green. Headset ini sangat dihargai untuk audio posisionalnya yang jelas, yang penting untuk mendeteksi langkah kaki musuh dan isyarat kemampuan, memungkinkan Riza untuk mempertahankan kesadaran situasional yang kuat selama pertandingan.
Ya, Riza mengaktifkan kedua opsi raw input buffer dan multithreaded rendering di Valorant. Raw input buffer memastikan input mouse diproses dengan gangguan minimal dari sistem operasi, menghasilkan bidikan yang lebih akurat dan responsif, sementara multithreaded rendering memungkinkan game memanfaatkan beberapa inti CPU untuk performa yang lebih mulus.
Riza sebelumnya menggunakan mouse Razer Viper V3 Pro White, tetapi sejak itu beralih ke Lamzu Lamzu Maya X Black. Perubahan seperti ini menunjukkan pencarian terus-menerus untuk kenyamanan dan performa optimal, karena pemain profesional sering bereksperimen dengan perangkat keras yang berbeda untuk menemukan yang paling sesuai dengan gaya bermain dan kebutuhan ergonomis mereka.
Riza bermain Valorant dalam mode fullscreen, yang merupakan pilihan yang disukai oleh pemain kompetitif karena mengurangi input lag dan memastikan performa yang paling stabil. Mode fullscreen memungkinkan sistem untuk mendedikasikan lebih banyak sumber daya ke game, menghasilkan gameplay yang lebih mulus dan frame rate yang lebih konsisten, keduanya penting dalam permainan tingkat tinggi.
Komentar
Berdasarkan tanggal