- RaDen
News
15:19, 04.10.2025

Organisasi Gaimin Gladiators Ltd. secara resmi mengajukan gugatan terhadap empat pemain dari mantan tim Dota 2 mereka. Menurut dokumen pengadilan Ontario, jumlah gugatan tersebut mencapai 7,5 juta dolar Kanada. Para tergugat dalam kasus ini adalah Quinn “Quinn” Callahan, Eric “tOfu” Engel, Marcus “Ace” Christensen, dan Alimzhan “watson” Zhanatovich.

Alasan Konflik
Perselisihan ini muncul setelah tim menolak untuk bermain bagi Gaimin Gladiators di The International 2025. Para pemain memberi tahu organisasi pada bulan Agustus bahwa mereka bermaksud untuk memutuskan kontrak dan mengikuti turnamen secara mandiri. Menurut GG, kurang dari seminggu sebelum dimulainya turnamen, bootcamp dibatalkan, yang menyebabkan kerugian besar.
Secara terpisah, gugatan tersebut menyebutkan banyak pelanggaran kewajiban kontrak: tidak memenuhi tugas sponsor dan media selama 18 bulan, serta komentar kontroversial dari Quinn Callahan yang, menurut klub, membuat mereka kehilangan kontrak kemitraan bernilai jutaan dolar.

Komentar Organisasi
Dalam pernyataan resmi, Gaimin Gladiators mengklaim bahwa mereka berusaha untuk mencapai kesepakatan dengan para pemain mengenai "kompensasi yang wajar", tetapi ditolak:
Komentar Quinn menyebabkan hilangnya sponsor dengan nilai tujuh digit. Terdapat lebih dari lima insiden perilaku tidak pantas terhadap kelompok demografis tertentu. Selain itu, para pemain secara sistematis tidak memenuhi kewajiban kontrak. Dengan ancaman pemutusan kontrak dan kemungkinan gugatan, kami tidak dapat mengirim tim ke The International yang menolak untuk bermain dengan sepenuh hati.
Saat ini, kasus ini sedang diproses di pengadilan Ontario, dan tanggal sidang berikutnya belum ditetapkan. Para pemain belum memberikan komentar publik. Jika gugatan ini dikabulkan, mantan tim Gaimin Gladiators dapat menghadapi denda rekor dalam sejarah Dota 2.






Belum ada komentar! Jadilah yang pertama bereaksi